Langsung ke konten utama
" AMAN NUSA BUNGA SELENGGARAKAN RAKERWIL KE - III "                                


Ende, Flores, NTT. PD.  
Aliansi Masyarakat Adat Nusantara ( AMAN ) Nusa Bunga, menyelenggarakan kegiatan musyawara Rapat Kerja Wilayah ke- III dipusatkan di Kabupaten Ende, Jumat, 08 Nopember 2019 bertempat di Aula PSE  jalan Durian Ende. Kegiatan tersebut dihadiri seluruh Pengurus Aliansi Masyarakat Adat Flores Bagian Timur, Flores Bagian Tengah dan Masyarakat Adat diwilayah Flores Bagian Barat. 

Ketua Pengurus Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Wilayah Nusa Bunga, Philipus Kami dalam sambutannya mengatakan, Musyawarah Wilayah AMAN Nusa Bunga dengan berbagai agenda penting diantaranya mengevaluasi hasil kegiatan dalam tahun terahkir ini serta mendiskusikan arah program kegiatan  Menyambut tahun 2020 yang akan datang, dimana Kabupaten Ende ditetapkan sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional. 


Kegiatan Musyawarah Rapat Kerja Wilayah ke - III kali ini mengangkat Tema, Memperkuat internal pengurus dan anggota  menuju Masyarakat Adat yang Mandiri secara Ekonomi, Berdaulat secara Politik dan Bermartabat secara Budaya, ungkap Philipus Kami. Dikatakannya, Tahun ini ada dua hal penting yang akan didiskusikan dalam kegiatan Rakerwil kali ini diantaranya, Mengevaluasi seluruh kerja - kerja AMAN selama ini diwilayah Nusa Bunga. 

Tentang Apa saja yang kita sudah buat, apa saja yang sudah kita canangkan tetapi belum dibuat, apa saja yang sudah kita programkan, yang sudah dijalankan, yang sedang dijalankan dan atau yang belum dijalankan. Ungkap Lipus Kami. Dan Evaluasi ini mesti menjadi sarana dan solusi untuk merangsang kita semua dalam kerja - kerja lanjutan. Tanggap terhadap persoalan, respon terhadap permasalahan dan memberi solusi terhadap seluruh persoalan yang timbul. Kita tahu bersama,

Bahwa Flores Lembata ini atau Nusa Bunga ini,  Konflik - konflik begitu banyak. Konflik Agraria dari Labuan Bajo sampai Lembata begitu besar. Konflik kehutanan itu juga banyak. Konflik perbatasan apalagi. Bahkan sampai menelan korban  - korban nyawa. Dan Konflik - Konflik antara masyarakat adat satu dan masyarakat adat yang lainnya. oleh karena itu, tugas AMAN semakin berat, ungkap Philipus Kami. 

Sementara itu, Ketua panitia penyelenggara Rakerwil, Nikolaus Bhuka, dalam laporanya mengatakan, Kegiatan Rakerwil ke - III ini merupakan salah satu agenda penting yang harus dilakukan oleh seluruh pengurus wilayah AMAN Nusantara, Wilayah Nusa Bunga bersama pengurus Daerahnya untuk menyusun agenda kerja AMAN dalam rangka persiapan Rakernas serta membahas isu - isu strategis dan situasi sosial dimasyarakat Adat, serta isu - isu strategis ditingkat Lokal, Regioanal maupun Nasional, ungkap Niko. ***( damian mns. Pd ) ***.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERERAT HUBUNGAN BILATERAL, KEDUBES HONGARIA KUNJUNGI PEMKAB ENDE Ende NTT. Kedutaan Besar                ( Kedubes ) Hongaria melalui Nota Diplomatik nomor :  225 / 2019 / HUEMB / JKT, yang dikirim oleh Kedubes Hongaria ke Kementerian Luar Negri di Jakarta, Menginformasikan mengenai rencana kedatangan H. E. Mr. Zsolt N'emeth, Ketua Komite Luar Negri Parlemen Hongaria dan Duta Besar Hongaria, H. E. Ms. Judiyh Pach,  bersama suami dan 6 orang Delegasi ke Kabupaten Ende, untuk melihat Instalasi Pengolahan Air di Kelurahan Rewarangga yang merupakan kerjasama untuk memperkuat dan mempererat Hubungan Bilateral kedua Negara Indonesia dan Hongaria. Kunjungan Delegasi Hongaria ke Kabupaten Ende tersebut dilaksanakan pada Jumad, 17/01/2020 sore kemarin, Guna melihat dari dekat Instalasi Pengolahan Air atau Water Treatme Plan ( WTP ), Pengolahan Air di Kelurahan Rewarangga,          ( SPMAM IKK Rewarangga ) Pembangunan Instalasi Pengolahan air yang merupakan bentuk kerja sama Bilateral kedua...
BUPATI ENDE TINJAU PROYEK SIMPANG LIMA KOTA ENDE Ende, NTT. Setelah menempuh perjalanan jauh dari Jakarta dan Kupang, Bupati Ende, Drs. H. Djafar H. Ahmad, MM, setibanya di Bandara H. Aroebesman Ende menyempatkan diri untuk Meninjau Proyek di Simpang Lima Kota Ende, ( Selasa, 24/01/2020 ) soreh.  Pada kesempatan tersebut,  Bupati Djafar berharap kepada Kontraktor Pelaksana dan Penanggung Jawab Proyek, untuk segera menyelesaikan pekerjaan tersebut sesuai dengan tambahan waktu yang telah disepakati bersama. Didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Ende, Ir. Fansiskus Lewang, Bupati Djafar meminta agar pekerjaan tersebut berjalan lancar sesuai dengan desain dan perencanaan awal sehingga tidak muncul polemik dikemudian hari. Untuk diketahui saat ini Proyek Simpang Lima Kota Ende, Tengah Mendesain dan Memasang Jembatan Layang atau Hot Spot setelah Desain dan Pemasangan Air Mancur selesai, dan dilakukan uji coba sebanyak 2 kali yakni, Malam pergantian Tahun Baru dan Malam Tadi setelah Bupati m...