Langsung ke konten utama

Postingan

Pelita Desa

Pesona Wisata Mengenal Budaya Desa Wolotopo Desa Wolotopo adalah salah satu desa adat yang paling banyak dikunjungi wisatawan selain Desa Moni. Wolotopo berjarak sekira 12 kilometer ke arah timur atau sekira 30 menit berkendara dari Kota Ende, tepatnya berada di Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Desa ini biasanya menjadi tujuan wisata penunjang saat menyambangi Danau Kelimutu. Desa Wolotopo menarik untuk disambangi sebab inilah desa tua yang masih mempertahankan dan melestraikan tradisi megalitik. Di sini Anda dapat melihat bangunan dan rumah adat serta pemukiman khas Flores. Bangunan rumah adat dan pemukimannya dibangun di atas susunan batu yang tinggi dan kokoh pada lanskap tanah dengan konturnya berundak-undak. Kemungkinan untuk menyiasati lahan berundak itulah, batu-batu yang diperoleh dari laut atau gunung ditumpuk-tumpuk sedemikian rupa sehingga dapat dibangun rumah di atasnya. Di sini beberapa rumah serupa rumah panggung rendah yang ditopang d...

Pelita Desa

Sosialisasi dan Pembentukan Bumdes. Menindaklanjuti program pemberdayaan desa,  DPMD Kabupaten Ende dalam menjalakan fungsi dan perannya yang berkaitan dan berhubungan dengan pemerentahan desa melaksanakan sosialisasi di dua desa yang terletak di Kecamatan Pulau Ende. Kedua desa itu antara lain Desa Rengamenge dan Desa Ndoriwoy. Selain memberikan sosialisasi program,  DPMD juga melaksanakan pembentukan BUMDes di kedua desa tersebut.  Masih ada 7 Desa lainnya yang juga melaksanakan kegiatan yang sama. Dalam memberikan sosialisasi ini DPMD sebagai narasumber, juga didampingi Tenaga Ahli/Pendamping Profesional Bumdes, PD ( Pendamping Desa)  dan PLD ( Pndamping Lokal Desa ) yang bertugas di Kecamatan Pulau Ende. BUMDes pada dasarnya merupakan bentuk konsolidasi atau penguatan terhadap lembaga-lembaga ekonomi desa dan merupakan instrumen pendayagunaan ekonomi lokal dengan berbagai ragam jenis potensi, yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi masya...

Pelita Desa

PERILAKU TOLERAN DALAM KEHIDUPAN BERAGAMA Semua orang di Indonesia tentu menyakini salah satu agama atau kepercayaan yang ada di Indonesia. Pemerintah Indonesia mengakui enam agama yang ada di Indonesia. Agama tersebut adalah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Bukankah kalian sejak kecil sudah meyakini dan melaksanakan ajaran agama yang kalian anut. Negara menjamin warga negaranya untuk menganut dan mengamalkan ajaran agamanya masing-masing. Jaminan negara terhadap warga negara untuk memeluk dan beribadah diatur dalam UUD 1945 Pasal 29 ayat (2). Bunyi lengkap Pasal 29 ayat (2) adalah “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”. Dalam kehidupan berbangsa, seperti kita ketahui keberagaman dalam agama itu benar-benar terjadi. Agama tidak mengajarkan untuk memaksakan keyakinan kita kepada orang lain. Oleh karena itu, bentuk perilaku kehidupan dalam keberagaman ...

Pelita Desa

PASKIBRA ADALAH ANAK-ANAK PILIHAN Anggota Pasukan Pengibar Bendera (PASKIBRA) merupakan anak-anak pilihan. Bupati Ende, Ir. Marselinus Y.W.Petu mengatakan ini saat mengukuhkan Paskibra Kabupaten Ende di aula Rujab Bupati jln.Eltari Rabu, (16/7) Sebagai anak- anak pilihan demikian Bupati Marsel, anggota Paskibra harus bisa mengemban kepercayaan dan tugas mulia ini dengan penuh tanggung jawab. Menurut Bupati Marsel, saat melaksanakan tugas pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih tentunya ribuan mata akan mengarahkan pandangan kepada anggota Paskibra, untuk itu setiap anggota Paskibra harus siap mental dan mempunyai keyakinan dapat melaksanakan tugas dengan baik "Harus diingat bahwa besok ribuan pasang mata akan menyaksikan kalian, jadi kalian harus siap mental dan punya keyakinan kalau kalian bisa laksanakan tugas dengan baik"ujar Bupati. Pada kesempatan itu Bupati juga mengingatkan anggota Paskinra untuk bisa menggunakan berbagai sarana media sosial secara berta...

Pelita Desa

Pelatihan Tim Pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Di Desa Reka Menindaklanjuti program pemberdayaan masyarakat desa yang berkaitan dengan hal-hal teknis tentang bumdes, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa memberikan pelatihan dalam membina dan mengasah kemampuan peserta dan anggota BUMDes  di desa Reka. Selasa, 22/8. Para narasumber pemberi pelatihan ini adalah DPMD : Helena Bhara, S. Pd dan Abraham Idul Aidi,  S. Sos.serta sekretaris Desa Reka. Pada pelatihan kali ini topik pembahasan berkaitan dengan Perkiosan yang sudah berjalan dengan penyertaan  modal awal dari Dana Desa. Tujuan dilakukanya pelatihan ini untuk memberikan pemahaman yang utuh dan komprhensif mengenai badan usaha milik Desa kepada para kepala Desa maupun kepada perwakilan desa,sekretaris desa dan perangkat desa. Membantu desa dalam mempersiapkan pembentukan badan usah milik desa dan perangkat regulasinya, serta perencanaan usaha atau bisnis yang akan dikelola oleh badan usaha milik de...

Pelita Desa

Pesona Wisata Kampung Tradisional Tenda Kabupaten Ende Ada lebih dari 350 kelompok etnik di negara ini, Dan sejumlah desa tradisional menawarkan kesempatan bagi Anda untuk merasakan berbagai hal unik, seperti kepercayaan kuno dan ritual yang mendominasi kehidupan mereka sehari-hari. Salah Satunya Desa Tenda merupakan salah satu desa di Kabupaten Ende, Yang masih bertahan hingga sekarang ini. Desa ini terletak 50 km dari kota Ende yaitu di kecamatan wolojita, desa ini memiliki banyak keunikan serta nuansa budayanya masih sangat tradisional dan terdapat beberapa peninggalan sejarah seperti  Kuburan Kuno,megalik, Rumah adat tradisional, Gading Gajah dan lain sebagainya. Pada umumnya Masyarakat desa ini berprofesi sebagai petani karena Desa ini terletak di bawah kaki gunung Kelibara yang membuat daerah ini sangat subur. Desa Tenda terletak di kaki gunung Kelimutu di ketinggian 500 – 1500 mdpl bagian barat dari pusat kecamatan Wolojita, dengan kondisi alam yang terdiri dari p...